Minggu, 14 Agustus 2016

Bumi Serpong Damai (BSD)


Hari ini Minggu, 14 Agustus 2016.
Aku berencana untuk menemui teman seperjuanganku dulu,  dia bekerja di daerah Lengkong Karya Serpong. Berhubung hari ini aku libur kerja, jadi aku bisa bebas dari rutinitas yang sedikit monoton itu.  Duduk menghadap layar monitor dan menerima pesanan dari costumer. :)

Ku langkahkan kakiku seiring dengan langkah temanku yang bernama Puput. Dia teman sebangku ku dulu waktu SMK,  dari kelas 2 sampai lulus.  Dan sekarang aku dan dia bekerja di tempat yang sama.

Kami menaiki angkot D08 jurusan Ciputat - BSD. Penumpang yang berdesakan,  asap rokok, dan hawa panas sudah biasa. Di perjalanan kali ini,  aku lebih banyak diam,  menghafalkan jalanan kota Tangerang Selatan yang baru sedikit ku ketahui.

Satu persatu penumpang turun,  hingga hanya menyisakan aku dan temanku saja yang masih duduk di bangku penumpang.




"Pak, PasMod masih jauh ya?" dengan sedikit rasa takut kuberanikan diri untuk bertanya.
"Bentar lagi sampai kok Neng, mau ke PasMod ya?" tanya pak sopir kepadaku.
"Iya Pak, mau bertemu dengan temanku."
"Oh..iya Neng turun disini atau depan?"
Puput yang sejak tadi hanya terdiam seribu bahasa, lalu ku senggol tangannya.
"Gimana Put,  turun dimana?"
"Terserah kamu aja ky.. "
"Turun depan situ deh Pak.."
"Iya Neng.. " jawab pak sopir sembari menepikaan angkotnya ke kiri di depan Pintu Timur Pasar Modern BSD.

"Ini Bang.. " tanganku menyerahkan selembar uang 20 ribu.
"Ini Neng kembaliannya.. "
"Iya Pak,  makasih ya.."

Aku dan puput melanjutkan perjalanan menuju PasMod melewati pintu Timur.  Disambut oleh aroma roti yang mengoda selera,  lalu buah-buah yang segarnya luar biasa,  dan lelaki tampan yang tiada duanya,  hahahahah lumayan bisa cuci mata kan.

Kami menjadi bagian dari orang-orang yang berlalu lalang di pasar ini,  entah melakukan transaksi jual beli atau apa,  yang penting jangan jual diri. *peace*

#bersambung

Jumat, 27 Mei 2016

Goodbye Ngawi, see you :*

Air mata yang mengalir seakan tak bisa berhenti. Ketika Deni (Teman istimewaku) dan motor Tigernya mulai membawaku pergi meninggalkan desaku, tempat yang menjadi saksi masa kecilku. Nenekku pun tak kuasa menahan air matanya, melihat cucu yang dirawatnya dari kecil, kini sudah dewasa dan akan pergi ke kota.

Ya, Deni yang mengantarkanku ke Teminal Sidowayah. Masih kuingat dengan jelas, hari itu Sabtu, 16 April 2016, beberapa hari setelah aku dan teman-teman SMK/SMA sederajat melaksanakan UN.
(UN ke-3 dalam hidupku dan pertama kali melaksanakan UN di daerah Ngawi, sebelumnya di Gunungkidul. Spesialnya UN kali ini Berbasis Komputer. GOOD SMKN 1 PARON !!1 )

......

Sesampainya di Terminal Sidowayah, Deni masih menemaniku sampai tiba waktu pemberangkatan bus. Aku pun masih menunggu temanku, ya dia Rika. Salah satu teman dekatku semasa SMK.
Sidowayah, 16 April 2016
Taked By : Deni Ramadhan
Sekitar jam 03.00 waktu daerah setempat, bis Rosalia yang akan membawa kami pun tiba. Tak lupa membaca do'a, satu persatu kaki mulai menaiki bus itu. Dengan diiringgi air mata, aku melambaikan tanganku kearahnya, Deni.